Bagian 2: Visinya Luas, tetapi Misimu Khusus

Ayat Panduan

"Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit, mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya, dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut."
Yosua 6:3–4 (TB)

"Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: 'Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.' Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi."
Kisah Para Rasul 13:2–3 (TB)

Konteks

Tuhan tidak berkata kepada Yosua, "Itu Yerikho. Lakukan sesuatu." Tuhan memberikan rencana yang jelas dan terperinci:  siapa yang berjalan, di mana tabut ditempatkan, berapa kali mengelilingi kota, dan kapan harus bersorak. Rintangannya sangat besar, tetapi tugasnya secara khusus. Israel tidak perlu menciptakan cara untuk meruntuhkan tembok. Mereka hanya perlu taat pada apa yang Tuhan katakan.

Dalam Kisah Para Rasul 13, gereja di Antiokhia tidak hanya melihat kebutuhan yang besar. Ketika mereka beribadah dan berpuasa, mereka menerima tugas yang khusus dari Roh Kudus.

Perenungan

Setelah prayer walk, banyak dari kita membawa beban yang baru. Kita sudah melihat begitu banyak kebutuhan. Dari manakah kita harus memulainya? 

Di sinilah pemulihan membawa kita kepada visi, dan visi membawa kita kepada misi.

Visi bertanya, "Apa yang Tuhan panggil kita untuk lihat?"
Misi bertanya, "Apa yang Tuhan panggil kita untuk lakukan?"
Doa membawa kedua pertanyaan itu kepada Tuhan.

Jangan samakan besarnya kebutuhan dengan besarnya tugasmu.

Mungkin saudara melihat kesepian di seluruh lingkungan kita. Itu tidak berarti bahwa saudara harus menyelesaikan masalah kesepian itu di seluruh lingkungan kita. Langkah ketaatanmu berikutnya mungkin adalah mengajak satu orang untuk makan bersama di mejamu.

Mungkin saudara melihat keluarga-keluarga yang berada di bawah tekanan berat. Tugasmu mungkin adalah menolong satu orang tua, memberi bantuan praktis, atau membuka ruang untuk satu percakapan yang jujur.

Saudara tidak bertanggung jawab untuk menjadi jawaban bagi setiap kebutuhan. Saudara  bertanggung jawab untuk menanggapi dengan setia apa yang dikehendaki oleh Tuhan dari Saudara. 

Perhatikan apa yang Tuhan minta Israel lakukan: berjalan, membawa tabut, meniup sangkakala, diam, dan kemudian bersorak. Semua itu adalah hal yang bisa mereka lakukan. Tuhan memakai tindakan-tindakan itu untuk menghasilkan sesuatu yang tidak akan pernah bisa mereka hasilkan sendiri. Tuhan tidak meminta mereka membuat mukjizat. Tuhan meminta mereka ikut ambil bagian melalui ketaatan.

Itulah pengharapan Injil yang sedang bekerja. Kegelapan itu nyata, tetapi kita bukan penyelamat kota kita. Yesuslah Penyelamatnya. Kita memperoleh kesempatan untuk ikut bersama-Nya.

Jadi, doa bukanlah cara untuk membuat Tuhan memberkati rencana yang kita inginkan. Doa adalah tempat kita menyerahkan keinginan kita dan mencari arahan-Nya. Artinya, kita berdoa dengan Alkitab terbuka, mendengarkan satu sama lain, meminta nasihat dari orang yang dewasa rohani, dan tetap terbuka untuk dikoreksi. Tidak semua perasaan yang kuat adalah suara Tuhan.

Pendalaman 

"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya."
Efesus 2:10 (TB)

Pekerjaan baik itu sudah dipersiapkan sebelumnya. Kita tidak perlu menciptakan seluruh misi sendiri. Kita hanya perlu menemukan dan mengikuti bagian yang sudah Tuhan siapkan.

Pikirkan Hari Ini

Tuhan tidak meminta aku memikul seluruh kota. Dia meminta aku taat kepada-Nya dalam apa yang menjadi bagianku.

Tanyakan Pada Diri Sendiri

Dari semua yang ditunjukkan lewat prayer walk, adakah satu orang atau satu keluarga atau suatu kebutuhan yang mungkin sedang Tuhan taruh di depanku?

Lakukan: Memikul Apa yang Menjadi Bagianmu

Ketika sebuah keluarga atau gereja melihat banyak kebutuhan, kecemasan pun meningkat, dan biasanya muncul pola yang sudah kita kenal. Satu orang mengambil terlalu banyak tanggung jawab. Dia memperbaiki semuanya, mengurus perasaan semua orang, dan lama-lama kelelahan. Orang lain mundur dan membiarkannya. Lama-kelamaan, orang yang melakukan terlalu banyak menjadi kesal, dan orang yang melakukan terlalu sedikit kehilangan rasa memiliki. Di rumah, mungkin itu orang tua yang memikul semua beban emosi keluarga. Di gereja, mungkin itu beberapa pelayan setia yang sama, yang menopang setiap pelayanan.

Gereja yang cemas sering bereaksi terhadap kebutuhan dengan melakukan lebih banyak dan lebih cepat: membuat program baru, mengadakan rapat, dan mengejar semua masalah sekaligus. Gereja yang lebih sehat mau melambat supaya bisa berpikir, berdoa, dan memilih arah yang terfokus. Bersikap spesifik bukan berarti kurang peduli. Justru itulah yang membuat kepedulian bisa bertahan lama.

Untuk keluargamu, visinya mungkin: "Kami ingin rumah kami menjadi tempat di mana orang bisa berkata jujur, menerima kasih karunia, dan bertumbuh dalam kasih kepada Yesus." Lalu tanyakan, "Apa misi kita minggu ini?" Mungkin:

  • Menjaga satu waktu makan bersama tanpa terburu-buru

  • Memulai waktu doa yang singkat

  • Meminta maaf atas kebiasaan berbicara kasar

  • Mendengarkan anak tanpa langsung mengoreksi

  • Mencari konseling atau bantuan dari luar

Tanyakan dirimu dengan jujur: Apakah aku memikul apa yang seharusnya dipikul bersama? Atau apakah aku menahan diri dan membiarkan orang lain memikul bebannya?

Untuk gereja kita, para pemimpin tidak perlu terburu-buru membuat program baru untuk setiap kebutuhan yang terlihat saat prayer walk. Sebaliknya, dengarkan pola-pola dari apa yang dilihat oleh jemaat. Lalu berdoalah untuk satu langkah berikutnya yang terfokus, yang sesuai dengan panggilan Alkitabiah kita, kebutuhan nyata tetangga kita, dan orang-orang serta sumber daya yang Tuhan sudah percayakan kepada kita.

Hari ini, sebutkan satu kebutuhan dari prayer walk. Lalu tanyakan, "Tuhan, apa bagianku dalam hal ini, dan apa yang bukan bagianku untuk dipikul?"

Doa

Bapa, kebutuhan di sekitar kami lebih besar daripada yang bisa kami tangani, dan kadang itu membuat kami cemas. Terima kasih karena Engkau tidak meminta kami menyelamatkan kota kami. Yesus sudah melakukan apa yang tidak akan pernah bisa kami lakukan. Berikan kami tugas yang spesifik dan kerendahan hati untuk menerimanya. Di bagian mana aku memikul terlalu banyak, tolong aku untuk melepaskannya. Di bagian mana aku menahan diri, berikan aku keberanian untuk melangkah. Tuntunlah keluarga kami dan gereja kami kepada satu langkah setia berikutnya, dan jagalah kami supaya tidak berjalan mendahului-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.

Previous
Previous

Bagian 1:Tembok Itu Nyata, tetapi Tuhan Hadir

Next
Next

Bagian 3:Berjalan Bersama dan Percaya Akan Hal yang Hanya Tuhan Jualah Yang Dapat Melakukannya