Bagian 3: Ia Menuntun di Jalan yang Benar
Ayat Panduan
"Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati." (Yesaya 40:11)
"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku." (Yohanes 15:4)
Latar Belakang
Seorang gembala yang memindahkan kawanannya harus menyesuaikan langkah dengan anggota yang paling lemah: anak-anak domba, dan induk domba yang sedang mengandung atau menyusui. Kalau didorong terlalu keras, mereka bisa hilang. Yesaya menulis kepada orang-orang buangan yang merasa dilupakan dan kelelahan, dan ia menggambarkan Tuhan sebagai Gembala yang memangku yang paling kecil dan menuntun dengan lembut mereka yang sedang berbeban. Berabad-abad kemudian, Yesus memakai gambaran kebun anggur untuk menyampaikan hal yang mirip. Buah tidak datang dari usaha keras. Buah datang dari tetap tinggal dekat.
PERENUNGAN
Pembentukan yang dalam adalah perjalanan panjang, dan Gembala menempuhnya dengan kecepatan tertentu: kecepatan kelembutan. Sebagian dari kita merasa Ia menuntun kita lebih cepat daripada yang kita siap jalani. Sebagian lagi merasa terjebak, seolah-olah tidak ada yang berubah selama bertahun-tahun. Yesaya 40:11 mengingatkan kita bahwa lambat bukan berarti tidak hadir. Kadang-kadang Ia sedang memangku kita. Kadang-kadang Ia menuntun kita dengan hati-hati karena kita sendiri sedang memikul sesuatu yang berat.
Sepanjang perjalanan, kita belajar mengenal suara-Nya. "Domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya" (Yohanes 10:4). Mengenali suara-Nya adalah sesuatu yang dipelajari seiring waktu, seperti kita lama-lama mengenali suara seorang sahabat di telepon. Bagi sebagian orang, suara-Nya paling jelas terdengar melalui Firman. Bagi yang lain, melalui perkataan seorang teman, khotbah yang terus teringat, atau kegelisahan kudus yang mendorong kita untuk berubah. Ternyata, mengikut Dia dan berbuah adalah gerakan yang sama. Ranting tidak berbuah karena berusaha lebih keras. Ranting berbuah karena tetap tinggal pada pokok anggur.
PENDALAMAN
Ada hal yang cukup menarik tentang buah: buah sering lebih terlihat oleh orang lain daripada oleh diri kita sendiri. Pohon tidak melihat buahnya sendiri. Orang-orang di sekitar kita mungkin melihat kesabaran, kelembutan, atau keberanian yang baru dalam diri kita jauh sebelum kita menyadarinya. Yesus berkata, "Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku" (Yohanes 15:8). Buah ada untuk orang lain. Buah dimaksudkan untuk dilihat, diterima, dan dibagikan.
Itulah sebabnya kelompok kita dapat ditutup dengan menyebutkan apa yang kita lihat dalam diri satu sama lain. Ini bukan sanjungan kepada satu sama lain. Ini adalah kesaksian tentang pekerjaan Gembala. Dan ini membawa kita kepada pertanyaan terakhir: kalau Ia sudah menuntunmu, siapa yang mungkin sedang Ia tuntun melalui kamu? Kawanan domba tidak hanya mengikuti Gembala. Domba-domba yang mengenal suara-Nya menolong domba lain menemukan jalan.
Dan bagaimanapun pesatnya atau perlahannya Tuhan menetapkan perjalanan hidupmu, akhirnya jelasnya adalah : βIa, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" (Filipi 1:6).
PIKIRKAN HARI INI
Buah datang dari tetap tinggal dekat pada pokok pohon. bukan dari usaha yang ulet. Dan perlahan pekerjaanya oleh karena kelemah-lembutannya bukan pengabaiannya.
PERTANYAAN PADA DIRI SENDIRI (Mohon Dicatat Sebelum Retret)
Bagian mana dari dirimu yang sekarang dikuasai Roh Kudus, yang sebelumnya tidak? Dan bagian mana yang masih kamu pegang erat?
Bagaimana aku belajar mengenali suara-Nya tahun ini? Apakah Ia menuntunku lebih cepat atau lebih lambat daripada yang aku inginkan?
LAKUKAN
Sebelum pertemuan kelompok, lakukan dua hal:
Tuliskan bagaimana suara-Nya biasanya sampai kepadamu. Apakah melalui Firman, melalui seseorang, atau pada saat rasa gelisah, atau hal Hal yang lain? Ingatlah akan satu kejadian tertentu pada tahun ini.
Perhatikan buah dalam diri orang lain. Pikirkan satu orang di kelompokmu dan satu hal baik yang kamu lihat sedang Gembala tumbuhkan dalam dirinya. Bersiaplah untuk mengatakannya.
Doa
Gembala yang lembut, terima kasih karena Engkau menuntunku dengan kecepatan kelembutan-Mu. Ajarlah aku mengenal suara-Mu. Jagalah aku tetap dekat dengan-Mu seperti ranting pada pokok anggur, supaya tumbuh buah dalam diriku yang tidak pernah bisa aku hasilkan sendiri. Bukalah mataku untuk melihat pekerjaan-Mu dalam diri orang lain, dan pakailah aku untuk menolong orang lain mengikut Engkau. Engkau yang memulai pekerjaan ini, dan aku percaya Engkau akan menyelesaikannya. Amin.
Untuk pemimpin: Pertanyaan 5 tentang kecepatan cocok dipakai kalau kelompok mulai diam. Untuk Pertanyaan 6, kalau bisa, siapkan satu pengamatan yang spesifik dan tulus tentang setiap orang. Teladanmu akan menentukan suasana kelompok untuk saling membangun dengan perkataan.

